Select Page

Jualan ayam potong keliling merupakan salah satu ide bisnis potensial yang patut untuk dicoba. Disebut potensial, karena ayam potong memiliki tingkat permintaan yang tinggi di pasaran. Wajar sih, karena ayam potong memiliki harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan dengan ayam kampung.

Bagi Anda yang saat ini lagi kebingungan mencari ide usaha yang potensial dan mudah dijalankan, maka berjualan ayam potong secara berkeliling merupakan salah satu pilihan yang tepat. Apalagi, modal untuk memulainya tidak begitu besar.

Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya akan membagikan informasi mengenai keunggulan usaha jualan ayam potong keliling dan tips menjalankannya. Untuk lebih jelasnya, simak detail ulasannya pada kelanjutan artikel di bawah ini.

Keunggulan Usaha Jual Ayam Potong Keliling

Mengapa sangat dianjurkan untuk memulai usaha berjualan ayam potong keliling? Jawabannya karena keunggulan yang dimiliki oleh usaha yang satu ini. Jika Anda penasaran ingin mengetahuinya, simak saja beberapa detail ulasan kali ini.

1. Modal Awal yang Dibutuhkan Tidak Besar

Salah satu kendala klasik yang seringkali menjadikan seseorang tidak bisa menjalankan usaha yang diinginkannya yaitu modal awal yang dibutuhkan sangat besar. Akhirnya, rencana usaha hanya tinggal rencan belaka dan tidak pernah berjalan.

Berbeda halnya jika Anda menjalankan usaha berjualan ayam potong keliling. Modal awal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Tentunya dengan catatan, Anda sudah memiliki kendaraan yang akan dijadikan sebagai transportasi untuk berkeliling.

Jika sudah memiliki kendaraan, maka modal paling banyak yang butuh dipersiapkan hanyalah  dana untuk membeli ayam potong. Cukup dengan modal awal sebesar 1 juta rupiah, Anda sudah bisa memulai usaha tersebut.

2. Potensi Terjualnya Sangat Besar

Setiap orang yang berjualan pasti menginginkan tingkat pembelian konsumen yang tinggi. Itulah sebabnya mengapa perlu melakukan riset terlebih dahulu terkait dengan item atau barang jualan yang potensi terjualnya lebih tinggi.

Hal inilah yang akan Anda rasakan ketika menjalankan usaha jualan ayam potong keliling. Potensi terjualnya sangat tinggi ditinjau dari beberapa sisi, yaitu :

Masyarakat Suka Konsumsi Ayam

Bukan hal yang asing lagi kalau ayam termasuk salah satu jenis bahan makanan yang disukai masyarakat. Tidak heran jika saat ini semakin banyak bermunculan jenis-jenis menu yang bahan utamanya adalah ayam.

Bahkan, sebagian orang lebih senang menjadikan ayam sebagai salah satu lauk utama dibandingkan ikan, daging, atau yang lainnya. Oleh karena itu, orang-orang yang seperti ini memiliki tingkat pembelian ayam yang tinggi.

Banyaknya Orang Berjualan Menu Ayam

Ini juga merupakan salah satu alasan utama mengapa usaha berjualan ayam bakar memiliki potensi penjualan yang sangat tinggi. Tidak heran jika saat ini kita bisa melihat rata-rata orang yang berjualan di warung, rumah makan,  catering dan sebagainya menjadikan menu ayam sebagai salah satu sajian utamanya.

Ditawarkan Secara Berkeliling

Tidak bisa dipungkiri kalau berjualan ayam potong dengan menawarkannya secara berkeliling memiliki potensi terjual yang lebih besar dibandingkan berjualan di toko atau warung yang bentuknya menunggu pembeli datang. Tentu saja metode berjualan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tapi jika kita berbicara terkait dengan potensi terjualnya, tentu berjualan dengan berkeliling lebih berpotensi cepat terjual. Pasalnya, Anda selaku penjual mendatangi langsung calon pembeli di rumah-rumah mereka.

3. Ayam Potong Bisa Tersimpan dalam Waktu Lama

Ayam potong yang tersimpan dengan baik di freezer atau tempat penyimpanan khusus bisa bertahan dalam waktu yang lumayan lama dibandingkan jualan lainnya seperti sayur, ikan, cumi-cumi, dan semisalnya. Dengan begitu, ayam yang tidak laku terjual bisa tersimpan dalam beberapa waktu untuk dijual kembali.

Hal ini tentu merupakan keuntungan tersendiri yang bisa Anda dapatkan dari usaha jualan ayam potong keliling. Sebab potensi terbuangnya ayam tersebut akibat busuk jauh lebih kecil, sehingga Anda tidak mudah untuk menderita kerugian dari sisi ini.

4. Keuntungan Berlipat

Siapa yang tidak mau mendapatkan keuntungan berlipat dalam satu item jualan? Tentu semua penjual mau bukan? Nah, keuntungan berlipat bisa Anda dapatkan dari berjualan ayam potong keliling. Loh kok bisa seperti itu?

Perlu diketahui bahwa hitungan satu ekor ayam potong yang dijual tidak termasuk kepala dan kaki ayam tersebut. Hal ini tentu sangat menguntungkan, karena Anda selaku penjual bisa menjualnya kembali dengan harga tersendiri. Dengan begitu, dalam satu item jualan Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Tips Sukses Berjualan Ayam Potong Keliling

Setelah mengetahui keunggulan yang bisa Anda dapatkan dari usaha berjualan ayam potong keliling, maka yang tidak kalah penting adalah bagaimana bisa meraih kesuksesan dalam usaha tersebut. Adakah tips-tips yang perlu dijalankan? Jawabannya tentu saja ada.

Jika Anda penasaran ingin mengetahui apa sajakah tips-tips yang perlu dijalankan agar usaha ayam potong keliling yang Anda jalankan bisa meraih keberhasilan, pastikan Anda membaca detail ulasannya di bawah ini.

1. Pastikan Ayam Potong yang Dijual Masih Segar

Setiap pembeli pasti menginginkan ayam potong yang masih segar untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, pastikan Anda hanya menawarkan ayam potong yang masih segar. Untuk itu, sebaiknya Anda membeli ayam langsung dari pemotongan ayam. Dengan begitu, Anda bisa memastikan ayam tersebut memang masih segar atau tidak.

Jika masih ada ayam jualan Anda yang tersisa dan tersimpan di freezer atau tempat peyimpanan khusus, maka jangan memaksakan untuk menjualnya kembali jika sudah lama tersimpan. Tidak apa-apa menderita sedikit kerugian, yang penting langganan Anda percaya dengan kualitas dan kesegaran ayam yang Anda tawarkan.

2.Berikan Harga yang Wajar

Berikanlah harga yang wajar kepada calon pembeli maupun langganan Anda. Biarlah untung sedikit, asal mereka bisa menjadi pelanggan setia. Daripada Anda memaksakan memberikan harga yang tinggi karena ingin mendapatkan keuntungan besar, yang ujung-ujungnya ayam tersebut tidak laku dan tersimpan dalam waktu lama, bahkan terbuang karena busuk.

Meskipun keuntungan yang Anda dapatkan tergolong kecil untuk penjualan per ekornya, tetap saja keuntungan yang Anda dapatkan menjadi besar jika ayam potong tersebut terjual dalam jumlah banyak.

3. Jual dalam Beberapa Variasi

Perlu dipahami bahwa kebutuhan setiap orang terhadap ayam potong berbeda-beda. Ada yang membutuhkan satu ekor utuh ayam potong, dan ada pula yang hanya tertarik untuk membeli bagian-bagian tertentu.

Oleh karena itu, Anda mesti menjual ayam potong tersebut dalam beberapa variasi. Jangan kaku dan terpaku pada penjualan per satu ekor ayam saja. Jika ada calon pembeli yang hanya ingin membeli bagian-bagian tertentu saja, maka upayakan untuk tetap dilayani dan diberikan harga yang sesuai.

4. Terapkan Sistem Delivery Order

Di zaman digital saat ini, banyak orang yang mulai malas untuk berbelanja keluar rumah. Mereka lebih senang berbelanja secara online atau sistem delivery order. Oleh karena itu, sebaiknya Anda juga menerapkan sistem delivery order pada usaha jualan ayam potong keliling yang Anda jalankan. Dengan begitu, potensi terjualnya ayam potong tersebut akan semakin besar.