Select Page

Mengetahui bagaimana cara memasukkan produk ke supermarket tentu sangat penting bagi Anda yang ingin mengembangkan usaha yang dijalankannya. Pasalnya, produk yang dipasarkan akan semakin mudah mendapatkan banyak konsumen ketika dipajang di supermarket.

Bayangkan saja, dalam sehari pengunjung yang datang berbelanja ke supermarket bisa mencapai ribuan. Umumnya pengunjung yang datang memang merupakan konsumen atau orang yang ingin berbelanja. Sehingga ketika produk Anda ikut terpajang di supermarket, tentu potensi penjualan yang bisa dihasilkan akan semakin besar.

Sayangnya, bukan hal yang mudah untuk memasukkan produk usaha Anda ke supermarket. Anda tentu tidak bisa membawa produk Anda begitu saja ke sana. Sebab, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan agar produk Anda diterima masuk ke supermarket. Oleh karena itu, pada artikel kali ini saya akan membagikan informasi mengenai cara memasukkan produk ke supermarket agar mudah diterima.

Detail Ulasan Cara Memasukkan Produk Ke Supermarket

Sebelum memasukkan produk Anda ke supermarket manapun, pastikan Anda memenuhi beberapa poin berikut ini agar produk tersebut diterima untuk dimasukkan.

1. Produk yang Anda Masukkan Memiliki Nilai Jual

Salah satu cara memasukkan produk ke supermarket agar mudah diterima yaitu produk tersebut haruslah memiliki nilai jual atau potensial untuk dijual. Dalam artian, produk tersebut bisa menarik minat konsumen untuk membelinya.

Lantas produk apakah yang memiliki nilai jual?  Jawabannya tentu saja banyak, tidak terbatas pada satu produk saja. Namun, untuk mengetahui apakah produk tersebut memiliki nilai jual atau tidak, tentu saja Anda harus melakukan riset terlebih dahulu.

Tentu Anda tidak bisa mengambil patokan pendapat pribadi untuk menilai sebuah produk memiliki nilai jual atau tidak. Risetlah yang menentukan hal tersebut. Untuk melakukannya, Anda bisa melakukan survey ke orang-orang terkait barang-barang mereka butuhkan.

Selain itu, Anda juga bisa mendatangi beberapa supermarket untuk melihat jenis-jenis produk yang paling banyak diminati masyarakat. Nah, dari situ nantinya Anda bisa membuat produk yang sejenis tapi dengan beberapa tambahan keunggulan yang tidak dimiliki produk lain.

Anda juga bisa melakukan riset secara online dengan memanfaatkan tools riset yang gratis maupun yang berbayar. Dengan menggunakan tools-tools tersebut, Anda dengan mudah bisa menemukan banyak produk potensial untuk Anda produksi dan kembangkan.

Selain produk yang memiliki nilai jual, tentu saja kemasan produk tersebut haruslah menarik. Sebab, kemasan yang menarik akan meningkatkan nilai jual produk tersebut. Konsumen umumnya lebih tertarik untuk membeli produk yang memiliki kemasan menarik dibandingkan produk yang sama tapi dikemas biasa-biasa saja.

2. Produk Tersebut Memiliki Brand/Merek

Sebelum memasukkan produk Anda ke supermarket, pastikan produk tersebut sudah memiliki brand atau merek. Pasalnya, produk yang tidak memiliki brand atau merek dianggap produk yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya.

Keberadaan brand atau merek pada produk Anda serupa dengan identitas yang akan meyakinkan konsumen untuk menggunakan produk tersebut. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak keliru dalam memilih brand atau merek produk Anda.

Umumnya supermarket tidak mau memajang barang-barang yang tidak memiliki merek, sebagus apapun kualitas atau manfaat dari barang-barang tersebut. Oleh karena itu, pastikan produk Anda sudah memiliki merek atau brand sebelum memasukkan ke salah satu supermarket.

3. Produk Tersebut Memiliki Perizinan

Produk yang Anda masukkan ke dalam supermarket hanya akan diterima jika sudah memiliki perizinan. Tanpa itu, sulit bagi produk Anda untuk diterima masuk ke sana. Perizinan tersebut resmi dari pihak pemerintah terkait produk Anda.

Keberadaan perizinan pada produk Anda diibaratkan sebagai rekomendasi dari pemerintah kalau produk yang Anda tawarkan memang layak untuk dikonsumsi. Untuk produk sejenis makanan dan obat-obatan, perizinan bisa melalui BPOM atau PIRT. Untuk legalitas halal menggunakan label halal MUI.

4. Administrasi yang Jelas

Saat Anda ingin menjalin kerjasama dengan supermarket, tentu Anda harus memiliki administrasi yang jelas. Produk Anda besar kemungkinan akan kesulitan untuk masuk ke supermarket jika tidak memiliki administrasi yang jelas.

Administrasi adalah rangkaian pengaturan yang mengatur jalannya usaha. Hal tersebut mencakup laporan penjualan, pembuatan surat izin, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan usaha.

5. Bersedia Mengadakan Promosi

Mengadakan promosi merupakan hal yang biasa dilakukan di sebuah supermarket. Umumnya promo tersebut berkaitan dengan barang-barang yang sudah mendekati masa kadaluwarsa, atau sekedar strategi untuk memancing mint konsumen dan menaikkan penjualan.

Saat Anda memasukkan produk ke supermarket, biasanya pihak supermarket akan mengajukan persyaratan promosi untuk produk Anda. Promosi tersebut terkadang dalam bentuk diskon tertentu, atau bahkan beli 1 dapat 1 dan semisalnya.

6. Biaya Support

Jika produk Anda ingin dimasukkan ke dalam supermarket, biasanya Anda akan dibebankan biaya support. Jenis biaya yang satu ini memang jarang diungkap oleh media sehingga tidak banyak diketahui orang.

Biaya support tersebut mencakup biaya masuk produk, biaya potongan tetap (rabat), serta biaya alokasi untuk promosi. Adapun besarnya biaya support dikembalikan kepada kebijakan masing-masing supermarket.

Hal-hal Penting Terkait Produk yang Dimasukkan ke Supermarket

Cara Memasukkan Produk ke Supermarket

Setelah produk Anda berhasil masuk ke supermarket, bukan berarti perjuangan sudah selesai dan Anda sudah bisa bersantai. Justru di situlah tantangan Anda dimulai. Sebab, meskipun produk tersebut sudah berhasil terpajang di supermarket, Anda harus memperhatikan tingkat penjualannya.

Jika ternyata tingkat penjualan tidak sesuai harapan, Anda harus bisa melakukan analisa kekurangan apa saja yang terdapat pada produk tersebut. Tingkat penjualan yang rendah tentunya menunjukkan rendahnya minat pembeli terhadap produk Anda.

 Cari tahu di mana letak kekurangannya. Bisa saja barang sudah bagus, cuma harga yang dianggap terlalu mahal dan tidak sesuai produk. Jika memang demikian, Anda mesti mencari cara untuk bisa menurunkan harga produk tanpa merugikan Anda.

Jika bukan pada harga, bisa saja pada kemasan yang kurang bagus atau kurang tepat, atau jumlah item dalam kemasan dianggap sedikit. Banyak sisi kekurangan yang bisa ditemukan selama Anda mau melakukan riset terhadap kekurangan produk tersebut.

Demikian pula jika produk Anda di supermarket laris manis, Anda tetap harus memantau grafik penjualannya. Jika suatu waktu terjadi penurunan dalam waktu yang lama, maka Anda harus mencari tahu penyebabnya. Sebab, terkadang penyebab menurunnya tingkat penjualan sebuah produk karena orang-orang sudah bosan terhadap produk tersebut. Jika demikian halnya, tentu Anda harus merevisi produk tersebut atau menggantinya dengan produk lain yang masih diminati konsumen.

Demikianlah informasi mengenai cara memasukkan produk ke supermarket dan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika produk tersebut sudah berhasil masuk ke dalamnya. Semoga apa yang disampaikan kali ini bisa memberikan manfaat, khususnya bagi Anda yang lagi berkeinginan untuk memasukkan produk ke supermarket dan sedang mencari informasi mengenai hal tersebut.